Proses Transkipsi RNA pada Makluk Hidup
Transkipsi
merupakan salah satu dari beberapa rangkaian proses sentral dalam suatu organisme,
baik organisme eukariotik maupun organisme prokariotik. Organisme eukariotik
maupun organisme prokariotik memiliki perbedaan dasar dalam hal ada tidaknya membrane
inti. Organisme eukariotik memiliki membrane inti, sedangkan pada organisme
Prokariotik tidak memiliki membrane inti. Proses transkipsi RNA kali ini
melibatkan 3 tahapan utama yang dikenal dengan istilah Inisiasi, Elongasi, dan
Terminasi.
Gambaran umum transkipsi berikut berlaku bagi organisme prokariotik, contoh bakteri, maupun organisme eukariotik. Terdapat perbedaan dasar pada hasil proses transkipsi antara organisme eukariotik dengan organisme prokariotik. Apabila setelah proses transkipsi organisme prokariotik maka hasil transkipsi dapat langsung berguna sebagai mRNA, sedangkan organisme eukariotik akan menghasilkan suatu mRNA yang masih dalam keadaan belum sepenuhnya fungsional dinamakan pre-mRNA.
Proses Transkipsi RNA
1. Inisiasi. Inisiasi merupakan proses awal dari
transkipsi RNA dimana terdapat satu-satunya enzim yang memegang peranan kunci dalam
keseluruhan proses transkipsi dinamakan RNA polymerase 2. RNA polymerase 2
hanya dapat ditemukan dalam proses transkipsi RNA serta bekerja berikatan
dengan daerah khusus pada DNA yang disebut Promotor. Promotor sendiri merupakan
bagian DNA tempat dimana RNA polymerase 2 mengawali proses transkipsinya.
Setelah berikatan pada promotor, maka DNA pol 2 ini akan membuka untaian ganda
promotor tersebut sembari memulai mensintesis RNA di titik mulai pada untai
cetakan.
2. Elongasi. Pada tahapan elongasi ( pemanjangan ) ini
RNA polymerase 2 akan mulai bergerak dari ujung 5’ ke ujung 3’ dengan disertai
proses pembukaan dan transkipsi secara bersamaan. Perlu diketahui kalau DNA
memiliki bentuk umum yaitu double helix. Jadi semisal suatu DNA memiliki 40
double helix, maka DNA pol 2 yang awalnya berada di bagian 25 kemudian bergerak
menuju bagian 26 akan membuka untaian ganda di bagian tersebut yang disertai
penutupan untaian bagian sebelumnya.
3. Terminasi. Terminasi merupakan tahap terakhir dari
proses transkipsi RNA dimana terjadi pelepasan RNA hasil transkipsi ( mRNA atau
RNA duta ) dari untaian ganda DNA. Setelah itu terdapat hal lain yang menyebabkan
proses dari RNA polymerase 2 terhenti.
Hal itu tidak lain berasal sinyal yang dihasilkan dari suatu sekuens RNA
tertentu ( urutan basa nitrogen ) yang dikenal dengan istilah Terminator.
Sekian pemaparan materi mengenai Proses
transkipsi RNA pada makluk hidup. Apabila ada pertanyaan maupun saran dapat
dikirimkan melalui email saya agusfatu17@gmail.com atau komentar di bawah
ini.
SELAMAT BELAJAR
.png)
.png)
Comments
Post a Comment